Just another website
Indeks
Tren  

Setelah Lama Ditunggu, Museum Broadway Akhirnya Dibuka di New York

Menurut Diane Nicoletti, salah satu pendirinya, Museum Broadway terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah ruang peta atau ruang yang menceritakan sejarah bagaimana distrik teater itu muncul.

Bagian kedua adalah ruang waktu, yang menjabarkan waktu terjadinya perubahan-perubahan dan munculnya pertunjukan-pertunjukan inovatif di Broadway.

Bagian yang ketiga atau terakhir adalah ruang yang mempertunjukkan seluk beluk di belakang layar yang benar-benar membuat pertunjukan Broadway menjadi hidup.

Di ruang ini, pengunjung bisa menyaksikan, contohnya, proses pembuatan panggung “The Phantom of the Opera,” “The Lion King,” dan “Wicked.”

“Kami menghabiskan waktu lima tahun untuk mendirikan museum ini dan butuh waktu dari beberapa itu untuk menghasilkan konsepnya. Dan inilah yang kami hasilkan setelah kami berdiskusi dengan beberapa kurator dan pihak-pihak lain dalam industri Broadway,” jelasnya.

Museum Broadway terletak di tengah Times Square, tepatnya di Jalan 45 antara Seventh Avenue dan Eight Avenue.

Julie Boardman, seorang pendiri bersama museum itu, menyatakan, lokasi itu mencerminkan sejarah panggung Broadway yang sudah eksis sejak tahun 1700-an. “Ini adalah bentuk seni Amerika yang sangat unik yang dikembangkan di sini. Jadi, Anda tahu, seharusnya ada di sini, dan seharusnya di Times Square.”

Ben West, sejarawan yang terlibat dalam pembangunan Museum Broadway, mengatakan fokusnya dalam mendokumentasikan sejarah Broadway adalah menyajikan sejarah yang komprehensif dan akurat.

“Seniman Afrika-Amerika dan perempuan terlibat dalam perjalanan Broadway dan benar-benar merupakan bagian integral dari evolusi itu. Mereka sering diabaikan, atau sering dilupakan dalam sejarah tradisional. Jadi, pekerjaan saya benar-benar menempatkan mereka dalam posisi sejarah yang sesungguhnya,” jelasnya. [ab/uh]



Sumber: www.voaindonesia.com